General Manager (GM) Pusamania Borneo FC (PBFC) Aidil Fitri, tak memungkiri keluarnya SK dari Menpora itu secara langsung juga berdampak pada klub. Ia khawatir keluarnya surat ini mengganggu pelaksanaan kompetisi terutama jika dikaitkan dengan izin untuk menyelenggarakan pertandingan.


"Otomatis berdampak kalau dibekukan itu yang saya takutkan misalnya pelaksanaan kompetisi ISL, dengan adanya intervensi dari Pemerintah kalau polisi tak memberi izin mau jadi apa sepak bola ini," katanya.


Aidil juga cukup menyayangkan keluarnya surat pembekuan ini, karena menganggap langkah yang dilakukan oleh Menpora adalah hal yang keliru. Padahal jika memang Pemerintah menganggap ada kesalahan di tubuh PSSI. Harusnya mereka hanya menindak oknum-oknum yang berbuat di dalamnya, bukan lantas membekukan organisasinya.


Dengan kondisi seperti ini maka yang dirugikan tidak hanya PSSI semata namun juga seluruh insan olahraga dan pecinta sepak bola di tanah air. "Contoh PBFC, sudah rugi miliaran rupiah akibat penundaan ini," pungkas pria yang juga ketua KONI Samarinda itu. (teka)