Kasus mafia bola dalam upaya penyuapan yang melibatkan mantan pemain nasional Johan Ibo, ternyata belum berakhir. Polwiltabes Surabaya yang sempat menutup kasus ini, kini kembali melanjutkan penyelidikan.


Langkah untuk membuka kembali kasus ini dilakukan dengan memanggil manajemen Pusamania Borneo FC (PBFC) yang melaporkan adanya upaya penyuapan kepada pemainnya tersebut untuk menjadi saksi dalam kasus ini.


Dalam kasus ini, Manajer PBFC, Dandri Dauri, mengatakan pihaknya telah menerima salinan surat elektronik yang dikirimkan oleh Polwiltabes Surabaya untuk datang pada tangal 27 April nanti, guna didengar keterangannya terkait dengan terungkapnya skandal pengaturan skor dan penyuapan yang dilakukan oleh mafia judi dan melibatkan Johan Ibo.


Selain Dandri, jajaran Polwiltabes Surabaya juga memanggail Okto Maniani dan Erick Weeks Lewis, dua pemain yang sebelumnya sempat mendapat tawaran dari Johan Ibo untuk mengalah dalam pertandingan ketika menghadapi Persebaya Surabaya. "Tanggal 27 saya dipanggil dan diperiksa sama Polwiltabes Surabaya sebagai saksi. Termasuk juga Erick Weeks dan Okto Maniani," katanya, Rabu (22/4) kemarin.


Dibukanya kembali upaya penyuapan yang melibatkan Johan Ibo oleh Kepolisian Surabaya, tak lepas dari upaya manajemen PBFC, yang dibantu oleh salah satu advokat di Surabaya, yang terus mendesak jajaran kepolisian untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas.


Meskipun Johan Ibo sebelumnya sempat dilepaskan oleh kepolisian karena dianggap tak ada pasal yang bisa menjeratnya, namun belakangan polisi akhirnya mau membuka kembali kasus yang mencoreng dunia sepak bola Indonesia ini.


"Kami berterima kasih kepada rekan kami di Surabaya, Pak Jos (George Handiwiyanto). Dia itu insan bola dan juga advokat, dan dia mem-back up penuh kasus ini. Karena itu dengan adanya pemanggilan ini kita yakinkan bahwa hukum masih ada," kata Manajer PBFC, Dandri Dauri, Selasa (22/4).


Di dunia sepak bola, George Handiwiyanto sendiri pernah menukangi Persebaya Surabaya dan Deltras Sidoarjo sebagai manajer. Bahkan, Persebaya pernah dibawanya menjadi juara. Namun, akibat suara lantangnya kepada federasi sepak bola Indonesia kala itu, George sering kali mendapat sanksi administrasi. Hal itupula yang membuatnya memilih keluar dari dunia si kulit bundar.


Selain itu, pihaknya juga memberikan apresiasi positif kepada Polwiltabes Surabaya yang berani melanjutkan kembali penyelidikan kasus penyuapan ini. Hal itu dianggap merupakan prestasi luar biasa. (Teka/AHS)