Ada pemandangan berbeda di mes Pusamania Borneo FC (PBFC) pada Rabu (22/4) sore. Usai latihan yang berakhir pukul 17.00 Wita, Okto Maniani dan kawan-kawan tidak langsung masuk ke dalam kamar masing-masing sebagaimana kebiasaan yang dilakukan setiap hari.


Para pemain justru memilih untuk tinggal di luar dan menolak masuk ke dalam kamar mereka, walaupun sebenarnya mereka terlihat lelah setelah berlatih. Usut punya usut, ternyata pada saat itu di dalam kompleks mes para pemain tengah dilakukan pengasapan (fogging) oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Samarinda, Kalimantan Timur.


Fogging yang dilakukan di mes pemain ini memang merupakan permintaan khusus dari manajemen PBFC kepada DKK Samarinda. Pasalnya sejauh ini sudah ada beberapa pemain yang terkena gejala Demam Berdarah Dengue (DBD). Diantaranya, Afriandi, Hendra Susilo, Egi Melgiansyah dan Rachmat Latief. Bahkan dua nama terakhir sampai harus di opname di salahsatu rumah sakit swasta di jalan Basuki Rahmat, Samarinda.


"Sebelum Egi, Rachmat Latief juga harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari karena terserang gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) dan harus absen tur ke Jawa Timur," tutur Kepala Kantor, Farid Abubakar.


Farid Abubakar menambahkan dengan fogging ini ia berharap tak ada lagi korban baik dari pemain maupun pelatih yang tentu saja mengganggu kesiapan tim jelang pertandingan. "Setelah kami berkoordinasi dengan pihak terkait (DKK Samarinda) mereka langsung tanggap dengan memberikan pelayanan," paparnya. (Teka/AHS)