Direktur Bisnis Promosi dan Marketing Pusamania Borneo FC, Novi Umar, mengatakan berhentinya kompetisi di tengah jalan tak lantas membuat sponsor yang selama ini mendukung PBFC mengambil langkah mundur.


Pasalnya mereka cukup memaklumi kondisi yang ada sekarang karena menganggap hal ini murni bukan kesalahan dari klub. "Dari tanggapan mereka seluruh sponsor cukup memaklumi karena 100 persen bukan kesalahan klub dan kami masih sama-sama menunggu liga digulirkan kembali," katanya.


Sebelumnya di musim pertamanya berpartisipasi di kompetisi kasta tertinggi Indonesia, klub berjuluk Pesut Etam itu memang kebanjiran sponsor baik dari produsen lokal hingga internasional. Mulai dari Bank Kaltim yang merupakan lembaga keuangan di daerah sampai perusahaan internasional seperti Suzuki dan Kratingdaeng ingin memajang logo perusahaan mereka baik di jersey pemain maupun banner di pinggir lapangan.


Disisi lain, setelah sempat melakukan demo besar-besaran yang dirangkai dengan aksi bermain bola di tengah jalan pada Selasa (5/5) kemarin, beberapa perwakilan suporter zona Kalimantan akan berangkat langsung ke Jakarta untuk bertemu dengan Menpora Imam Nahrawi.


Ketua Pusamania Tommy Ermanto Pasemah mengatakan, dari hasil pertemuan dengan DPRD Kaltim kemarin, anggota legislatif di Karang Paci tersebut memang telah menjanjikan akan memfasilitasi pertemuan dengan Menpora langsung ke Jakarta. "Dari perwakilan suporter saya yang akan berangkat mewakili Pusamania serta satu perwakilan dari Jak Kaltim ditemani oleh beberapa anggota Komisi IV DPRD Kaltim," katanya Rabu (6/5).


Berdasarkan jadwal yang diberikan oleh sekretariat Kemenpora, Menpora Imam Nahrawi akan menemui perwakilan suporter dan anggota DPRD Kaltim pada Jumat nanti di kantornya. Nantinya rombongan akan langsung menyerahkan empat tuntutan dari suporter zona Kalimantan yang sempat melakukan unjuk rasa kemarin. (Teka/AHS)