Kelompok suporter Pusamania Borneo FC (PBFC), Pusamania, berharap tim transisi yang baru diumumkan oleh Menpora akhir pekan kemarin bisa segera bekerja untuk menyelesaikan kisruh sepak bola nasional yang kini melanda.


Dirijen Pusamania, Hendrik, mengungkapkan harapan paling utama dari para suporter kepada tim transisi ini adalahbagaimana agar kompetisi ISL 2015 yang sebelumnya sempat dihentikan secepatnya bisa kembali digulirkan.


Pasalnya, bagi para suporter, diputarnya roda kompetisi adalah satu-satunya hiburan yang bisa dinikmati. Ditambah lagi, banyak orang yang menggantungkan hidupnya dari seubuah pertandingan. Meski demikian, disela-sela persiapan menggelar kompetisi, satu tugas lainnya yang juga tak boleh dikesampingkan oleh tim transisi adalah mendamaikan pihak-pihak yang selama ini berseteru.


Mengingat konflik yang terjadi pada level atas ini sudah sangat merugikan bagi dunia sepak bola nasional. "Harapan utamanya kompetisi digulirkan kembali. Dan sambil bergulir, tim transisi bisa mendamaikan para pihak. Artinya ada islah dulu," katanya.


Hendrik menambahkan pihaknya masih tak sepenuhnya yakin terhadap kapasitas orang-orang di dalam tim transisi. Pasalnya banyak orang-orang yang ditunjuk oleh Menpora bukan berlatar belakang sebagai pengurus ataupun orang-orang yang mengerti tentang sepak bola, sehingga dikhawatirkan kerja mereka tak begitu maksimal. "Untuk tim transisi ini masih fifty-fifty karena banyak diiisi oleh orang-orang yang kurang mengerti bola," katanya.


Akan tetapi ia berharap dugaan tersebut salah, dan tim transisi ini bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi, paling tidak sebelum tanggal 29 Mei nanti sudah terjadi islah antara pihak-pihak yang bertikai sehingga sanski FIFA yang kini membayangi dunia sepak bola Indonesia urung dijatuhkan. "Harapan kami tim transisi ini bisa menjembatani dan kompetisi bergulir lagi agar sanksi FIFA tak turun ke kita," katanya. (Teka/AHS)