PT Nahusam Pratama Indonesia selaku badan hukum Pusamania Borneo FC (PBFC) memberikan mandat kepada CEO, Aidl Fitri, untuk mewakili klub berjuluk Pesut Etam itu dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia yang rencananya berlangsung, Rabu (13/5) di Hotel Borobudur Jakarta.


Kehadiran Aidil di RUPS terebut untuk mendengarkan paparan dari petinggi-petinggi PT Liga mengenai langkah-langkah yang akan diambil setelah kompetisi dihentikan. Selain itu, bakal ada LPJ dan rencana sharing profit pemegang saham didalamnya.


Sekertaris tim PBFC, Donny Fachrochi, mengatakan ada beberapa hal yang akan dibahas dalam pertemuan para perwakilan klub tersebut. "Yang paling utama tentu saja adalah penghentian liga dari PT Liga selaku operator yang ditunjuk untuk menjalankan kompetisi, ini wajar dipertanyakan karena yang memegang 99 persen saham di PT Liga itu ya klub," paparnya.


Selain itu nantinya, PBFC juga akan mendapatkan masukan dari PT Liga tentang langkah yang harus dilakukan oleh klub untuk mendapatkan pemasukan ketika liga dihentikan.


Pada rapat tersebut PBFC melalui CEO-nya, Aidil Fitri. akan mengusul dibuatnya even pengganti setelah kompetisi Indonesia Super League (ISL) dihentikan di awal-awal musim. Even tersebut bisa dalam format yang lebih sederhana dibandingkan ISL 2015, karena yang paling penting klub mendapatkan pemasukan untuk pengganti biaya yang sudah dikeluarkan ketika mempersiapkan kompetisi dan menjalani pertandingan sebelum liga dihentikan.


"Klub berharap bisa mendapatkan even pengganti. Tak masalah mau piala liga atau event apapun, setidaknya apa yang dikeluarkan harus ada penggantian," kata Sekertaris PBFC, Donny Fachrochi (Teka/AHS)