Di tengah kisruh sepak bola nasional yang berimbas kepada jalannya roda kompetisi, tim Pusamania Borneo FC (PBFC) justru diminati oleh salah satu sponsor untuk menyokong tim asal kota Samarinda tersebut. Salah satu produsen alat olahraga di dunia berniat menjadi sponsor PBFC untuk beberapa waktu ke depan.


Direktur Bisnis Promosi dan Marketing PBFC, Novi Umar, menjelaskan dirinya baru saja bertemu dengan perwakilan calon sponsor di Jakarta yang telah menyatakan ketertarikannya bergabung untuk mempromosikan produknya melalui PBFC.


Meski demikian, Novi belum mau membocorkan identitas calon sponsor tersebut, mengingat saat ini masih terus dilakukan pembicaraan dengan pihak yang bersangkutan. "Kemarin saya ketemu dengan sponsor dari alat olahraga di Jakarta, dan intinya mereka tertarik untuk bergabung dengan PBFC," katanya.


Disisi lain, dalam kondisi sepak bola Indonesia yang dipenuhi ketidakpastian seperti sekarang, keinginan pihak sponsor untuk tetap mendukung klub sepak bola tanah air kerap kali mengundang pertanyaan bagi banyak orang.


Akan tetapi, salah satu sponsor Pusamania Borneo FC (PBFC) musim ini, Lineza Group punya alasan kuat mengapa pihaknya masih tetap bertahan mendukung tim Pesut Etam walaupun kompetisi dihentikan. Ery Farliant, CEO Lineza Group, mengatakan alasan utama mengapa pihaknya masih tetap mendukung Pesut Etam, pasalnya dirinya merasa sudah seperti memiliki klub ini.


Sehingga apapun yang terjadi dengan klub kebanggaan warga Kota Samarinda tersebut, pihaknya tetap akan memberikan dukungan. "Karena saya merasa klub ini dibentuk untuk kita, pada saat seperti ini kita tak boleh tinggal kita bicara loyalitas. Jadi walaupun kompetisi bagaimanapun selama klub ini tak dibubarkan kita tetap ada rasa memiliki," katanya.


Selain itu, sebelum ISL secara resmi dihentikan oleh PT Liga Indonesia, Lineza Group selaku mitra dan sponsor tim Pusamania Borneo FC (PBFC), sebenarnya sudah melakukan berbagai persiapan, salah satunya pemasangan baliho di 13 titik Kota Samarinda. Baliho-baliho yang terpasang di titik-titik strategis tersebut berisikan jadwal laga kandang dari PBFC selama satu musim kompetisi.


Ery Farliant, mengatakan selain bailho pihaknya juga telah membenahi beberapa fasilitas stadion seperti mempercantik ruang ganti pemain, baik untuk tuan rumah maupun tim tamu yang bertandang ke Stadion Segiri serta mendesain bus untuk pemain. Namun akibat adanya penghentian kompetisi ini, beberapa sarana promosi seperti baliho terpaksa diturunkan kembali, karena pihaknya khawatir jika terus terpasang akan membingungkan masyarakat.


"Intinya kami sudah persiapkan matang, apalagi ini ISL perdana bagi PBFC. Jadi kami secara umum ingin memperlihatkan Stadion Segiri kandang kita, sementara untuk baliho kita simpan dulu sebagian karena takut masyarakat salah informasi," katanya. (Teka/AHS)