Pusamania Borneo FC (PBFC) terancam kehilangan pemain asing dalam turnamen pramusim yang digelar PT Liga Indonesia (PT LI) 26 Mei mendatang. Pasalnya, manajemen tim berjuluk Pesut Etam itu mengaku kesulitan menjalin komunikasi dengan Eric Weeks Lewis (Liberia), Srdjan Lopicic (Montenegro), dan Martin Kovachev (Bulgaria).


Ketiganya memilih menghabiskan jatah libur dengan berkumpul dengan keluarga di negara masing-masing, dibandingkan menetap di Indonesia. Tidak adanya kejelasan mengenai kelanjutan kompetisi Indonesia Super League 2015 (QNB League) menjadi alasannya. Di lain sisi, mereka tidak memberikan nomor kontak yang bisa dihubungi.


"Ini memang menjadi problem. Kami tidak bisa menghubungi mereka seperti pemain yang tinggal di sini (Indonesia). Jadi saya masih pusing karena tidak bisa bernegosiasi. Tentu pengurus belum bisa pastikan apakah mereka bergabung dengan tim, dalam turnamen pramusim ini atau tidak," ucap Manajer PBFC Dandri Dauri kemarin.


Apalagi event yang baru pertama kali ini digelar ini, tidak memiliki gengsi setinggi ISL. Dandri pun memprediksi keuntungan yang bakal diterima tim kebanggaan warga Kota Tepian ini tidak sebesar saat menjadi kontestan ISL 2015. Sehingga pembayaran gaji Egi Melgiansyah cs, tidak sama seperti kontrak sebelumnya.


"Tentu kami belum mengetahui, apakah pemain asing ini masih mau bermain atau tidak. Soalnya mereka mendapat pembayaran gaji lebih kecil. Terlebih pengurus belum mengkaji keuntungan apa saja yang akan didapat kalau ikut. Kami tidak ingin mengalami kerugian lebih besar lagi," imbuhnya.


Manajemen Pesut Etam mengklaim merugi hingga mencapai Rp 20 miliar selama mengikuti ISL 2015. Sementara itu, mereka belum sekalipun mendapat pemasukan dari laga home setelah jadwal PBFC versus Persela Lamongan (12/5) lalu urung terjadi, lantaran kompetisi keburu dihentikan. "Saat ini kami terus intens menghubungi pemain lokal. Supaya mereka tetap menjaga kondisi dengan berlatih mandiri. Jadi, kalau disuruh kumpul kapan saja, siap bertanding," pungkasnya. (Kape/AHS)