Dikabarkan tersangkut razia obat terlarang di salahsatu tempat hiburan malam di Ternate, Zulvin Malik Zamrun, pemain Pusamania Borneo FC (PBFC) memberikan keterangan.


Senin siang (25/5) di Kantor PT Nahusam Pratama Indonesia, pria kelahiran 19 Februari 1988 itu membeberkan kronologi yang menimpanya. Dihadapan Presiden PBFC, Nabil Husein Said Amin, Zulvin bercerita saat kejadian dia mengakui memang berada di dalam klub malam tersebut.


Namun, saat dilakukan pemeriksaan urine, dirinya mengaku hasilnya negatif. "Bukan hanya saya yang tes urine, semua pengunjung juga. Cuma saya waktu itu memang agak susah buang air kecil, sehingga dibawa ke kantor petugas, karena tidak mungkin berlama-lama disana untuk menunggu saya. Nah, disitulah orang mengira saya ditahan," paparnya.


Zulvin menambahkan, saat air urinenya diperiksa petugas, terbukti bahwa hasilnya negatif. Dirinya pun lantas meminta petugas untuk segera dipulangkan, karena keesokkan harinya harus bertolak ke Samarinda untuk bergabung dengan skuad PBFC.


"Cuma pas besoknya saya baca dikoran, media-media disana ramai-ramai bilang kalau saya yang diamankan, bahkan ada yang terang-terangan mencantumkan nama saya tanpa konfirmasi itu benar apa tidak, inikan mencemarkan nama baik saya, saya kecewa sekali. Padahal kalau saya positif, saya pasti tidak dilepaskan dan tidak ada di Samarinda sekarang," pungkas Zulvin. (AHS)