Dua kartu merah menjadi pemicu kekalahan Pusamania Borneo FC (PBFC) dalam lawatannya ke Bandung, Sabtu (26/9). Sempat unggul satu gol, melalui sontekan Jajang Mulyana pada menit ke-38, PBFC akhirnya harus menyerah 2-1 atas tuan rumah Persib.


Sialnya, kartu merah pertama yang diterima Viktor selang beberapa saat justru melahirkan gol kedua bagi Persib, melalui skema set piece.


Petaka dua kartu merah yang diterima pada babak kedua itu menjadi pembeda, mengingat PBFC yang berusaha bangkit, justru harus berjuang ekstra karena kalah jumlah pemain. Terlebih saat Diego Michiels juga diusir lapangan.


Persib sendiri pada laga ini, juga menerima kartu merah dipenghujung laga, saat Ilija Spasojevic menerima kartu kuning kedua. Namun, kondisi itu tak banyak membantu PBFC, karena selang beberapa detik kemudian, peluit panjang dibunyikan.


Selepas laga, Pelatih Iwan Setiawan menolak berkomentar terkait kepemimpinan wasit tersebut. "Saya no comment. Tak mau menodai kompetisi ini. Biar penonton yang menilai. Yang jelas saya ucapkan selamat untuk Persib, dan mohon maaf kalau psy war saya dinilai berlebihan," kata Iwan Setiawan seusai laga.


No commentnya Iwan juga menyiratkan makna, hal itu seperti tergambar dari komentar dua penggawa Pesut Etam yang terkena kartu merah, Victor Pae dan Diego Michiels. "Saya kecewa sekali. Kartu kuning yang pertama saya juga bingung. Saya hanya beri bola ke Boaz, dianggap mengundur-undur waktu. Sementara, kartu kuning kedua, tak ada saya sentuh Makan Konate itu," kata Victor.


"Ah, sudah biasa itu di Indonesia," timpal Diego. Dikonfirmasi terkait adanya kemungkinan wasit di kondisikan untuk memihak tuan rumah, Diego juga sependapat. "Mungkin, sepertinya begitu," tambahnya.


Terpisah, I Made Wirawan, kiper Persib menyanggah hal tersebut (wasit dibayar). "Pemain kami (Spasojevic) juga dapat kartu merah yang tidak semestinya. Jadi jika dianggap curang, dimananya?," katanya.


Disisi lain, jalannya laga berlangsung keras sejak menit awal. Bahkan, baru 6 menit laga berjalan, kartu kuning sudah diterima PBFC melalui Jajang Mulyana akibat berseteru dengan Ahmad Jufrianto. Persib terus menekan sejak menit awal. Sepanjang menit ke 7, sudah dua kali tendangan corner yang yang didapatkan Persib. Tetapi hingga menit ke 24, belum ada ancaman berbuah peluang emas yang dihasilkan Persib.


Keasyikkan menyerang justru PBFC yang mulai mengambil inisiasi serangan balik melalui Viktor Pae serta Arpani. Sayang, akselerasi Viktor hanya hasilkan tendangan melambung, sementara Arpani tendangannya hanya menghasilkan tendangan sudut.


Bencana Persib terjadi di menit 38, Boaz yang mendapat bola di sisi kiri gawang Persib. Merangsek masuk melewati hadangan Toni Sucipto, Boaz kirimkan bola kepada Jajang Mulyana yang berdiri bebas di tiang jauh dan langsung menceploskan bola.


Ketinggalan 0-1, Persib berusaha menekan hingga menit hingga akhir babak pertama. Peluang emas sempat terjadi saat tendangan Zulham yang berjarak hanya 3 meter dari gawang Galih Sudaryono, mampu diantisipasi skuad Pesut Etam. Hingga peluit tanda berakhirnya 45 menit interval dibunyikan, PBFC unggul 0-1 atas tuan rumah.


Di babak kedua, kegigihan Persib menyerang akhirnya berbuah manis. Maung Bandung menyamakan kedudukan melalui Makan Konate. Sukses menyamankan kedudukan, Persib semakin gencar menyerang, terlebih saat PBFC mendapat petaka kartu merah akibat diusinya Viktor diusir pada menit 68. Tak hanya disitu, beberapa menit sebelum berakhirnya laga, PBFC kembali mendapat kartu merah, kali ini giliran Diego Michiels.


Kalah jumlah pemain, membuat PBFC tak mampu membalas kedudukan. Beberapa peluang di menit akhir juga tak mampu merubah keadaan. "Saya kira kami masih punya harapan gol di menit-menit akhir, tetapi ya sudahlah," kata Hamka Hamzah. (TEKA/AHS)