Gelaran Piala Jendral Sudirman tinggal menghitung hari. Turnamen yang digelar Panglima TNI guna memeriahkan hari jadi TNI ini bakal digarap oleh Mahaka Sports and Entertainment.


Terbilang sukses menggelar Piala Presiden, Mahaka rupanya ingin kembali mengulang prestasinya tersebut. Namun adanya peraturan dari Mahaka yang mengharuskan pemain yang berpindah klub harus memiliki surat keluar nampaknya bakal menjadi masalah buat klub peserta maupun pemain. Hal ini yang pula yang dirasa oleh manajer sekaligus pelatih Pusamania Borneo FC, Iwan Setiawan.


Seusai memimpin pemainnya menjalani latihan di Lapangan Hassanudin, Makassar. Pria yang dikenal religius ini mengungkapkan jika aturan perpindahan pemain menggunakan surat keluar membuat klub dan pemain kesulitan untuk melakukan deal.


Pasalnya dibeberapa klub lama, justru tidak mau mengeluarkan surat keluar pemain bersangkutan dengan berbagai alasan. "Pemain baru kami terbentur soal ini. Saya maunya pemain bisa segera bergabung dan menyesuaikan program, namun dipersulit dengan aturan yang dibuat," terang Iwan Setiawan.


Pelatih berkaca mata itupun menjelaskan, mayoritas semua klub peserta PJS, pemainnya berstatus tanpa kontrak. Dengan demikian klub pun tidak berhak untuk mengeluarkan surat keluar lantaran force majeure dari PSSI beberapa lalu, juga dijadikan sebagian klub sebagai senjata memutuskan kontrak sepihak.


Kondisi ini lah yang membuat Persipura disaat mantan pemainnya seperti Zulham Zamrun, Lancine Kone, Ferinando Pahabol juga Boaz Solossa saat bermain di Piala Presiden lalu, sempat menolak mengeluarkan surat keluar karena Persipura sebagai klub terakhir yang dibela pemain sudah melakukan pemutusan kontrak. (SAN)