Piala Jenderal Sudirman (PJS) yang dioperatori oleh Mahaka Sports and Entertainment membuat peraturan baru perihal penggunaan pemain.


Mahaka meminta agar klub memasukan 2 pemain yang berusia dibawah 21 tahun dalam susunan starting eleven. Hal ini seperti diterangkan pihak operator dalam manajer meeting di Century Park Hotel, Jakarta, Jumat (7/11) kemarin.


Menurut Mahaka, aturan ini dibuat agar klub memperdulikan faktor pembinaan usia muda, meskipun ajang ini hanya berskala turnamen. "Dua pemain dibawah usia 21 tahun harus masuk starting eleven. Kami berniat demikian agar klub peduli dengan pembinaan usia dini," tutur Hasani Abdul Gani, CEO Mahaka.


Dikonfirmasi mengenai aturan ini, Pusamania Borneo FC (PBFC) melalui Presiden klub, Nabil Husein Said Amin tidak mempermasalahkan. Pasalnya, skuad Pesut Etam yang diturunkan pada gelaran PJS ini, hampir setengahnya dihuni oleh pemain usia muda.


"Secara tim kami tidak masalah, karena di skuad kami saat ini banyak dihuni pemain muda, contohnya Terens Puhiri dan Arphani. Kebetulan ini juga masuk dalam program jangka panjang kami terkait pembinaan," terang Nabil Husein Said Amin, Presiden PBFC.


Meski demikian, Nabil mengingatkan kepada pihak operator untuk lebih memperhatikan terkait berbagai kebijakan yang dibuat. Pasalnya, dengan masa persiapan pendek seperti saat ini, tidak semua klub yang mendaftarkan pemain muda untuk turun di PJS.


"Niatnya bagus, kami dukung seratus persen. Tapi alangkah baiknya, kedepannya, sosialisasi terkait hal ini bisa lebih tersusun matang, jangan dadakan, sehingga tidak ada anggapan bahwa operator memaksakan kehendak perihal aturan-aturan yang mereka buat secara sepihak," pungkas Nabil. (SAN/AHS)