Dua laga di Grup B Piala Jenderal Sudirman (PJS), Sabtu (14/11) di Stadion Kapten Dipta Gianyar, harus diakhiri dengan drama adu penalti. Dalam adu tembak dari titik putih itu, PSM sukses mengalahkan Mitra Kukar dan Persipura Jayapura kalah dari tuan rumah Bali United.


Ditanya perihal itu, kiper Pusamania Borneo FC (PBFC), M Juni Irawan tampak tertarik mengamati. Pasalnya, kondisi dalam laga tersebut bisa saja dialami skuad Pesut Etam.


Ditemui di Wisma Wirabuana, Sabtu malam, Pria nyentrik itu menilai, sisi emosional seorang kiper saat dihadapkan dengan situasi tersebut dipastikan bakal sangat menguras psikis.


"Ya, tegangnya sama kayak yang mau tendang, tapi bedanya kalau pemain bisa nolak jadi eksekutor, nah kalau kiper ya nggak bisa, disini mental dan ketenangan kita diuji," paparnya.


Dalam perjalanan PBFC promosi dari Divisi Utama ke ISL tahun lalu, nama Juni Irawan layak menjadi salahsatu penggawa Pesut Etam yang paling berjasa. Penampilannya dibawah mistar gawang, kerap menjadi penentu hasil manis PBFC.


Salahsatunya, saat menang adu penalti atas PSGC Ciamis pada babak semifinal di Sidoarjo, 24 November 2014 silam. Selain itu, tercatat tiga penalti lawan dimentahkannya pada fase penyisihan dan babak 8 besar.


"Pada intinya, saat dihadapkan dengan kondisi itu (penalti), kita harus fokus dan enjoy. Dan yang terpenting, harus jeli-jeli membaca kemana arah bola bakal ditendang," tuturnya. (AHS)