Skuad Pesut Etam tampak serius melakukan persiapan jelang berlaga pada babak 8 besar Piala Jenderal Sudirman (PJS) di Sleman, 12-22 Desember mendatang. Pada fase ini, PBFC berada segrup dengan Arema Malang, Persipura Jayapura dan Surabaya United.


Kota Surakarta menjadi pilihan Pusamania Borneo FC (PBFC) menggelar training center (TC). Alasan dipilihnya Surakarta, karena dianggap tepat untuk melakukan adaptasi karena dekat dengan Sleman.


Sebagai informasi, PBFC awalnya menginginkan kawasan Tawangmangu Karanganyar sebagai tempat TC. Namun, rencana itu urung terlaksana karena minimnya lapangan berukuran standar. Dan Jumat (4/12) sore di Lapangan Sepak Bola Kota Baru, Hamka Hamzah dan kawan-kawan langsung menggelar latihan.


Meski diselimuti wajah lelah, karena mayoritas skuad Pesut Etam baru tiba pada Jumat pagi, suasana pemusatan latihan perdana skuad Pesut Etam tampak riang. Ditengah latihan, acap kali tawa mengema saat pemain terlibat adu taktik.


Dalam latihan tersebut, tiga pemain dari total 24 pemain yang dipanggil yakni Riski Pora, Zulvin Zamrun dan Diego Michiels tak tampak batang hidungnya. Kabarnya, ketiganya kesulitan mencari tiket penerbangan dari kampung halaman mereka. Ketiga dijadwalkan baru tiba pada Jumat malam di Solo.


Pelatih kepala PBFC, Kas Hartadi seusai memimpin anak asuhnya berlatih menilai kuad Pesut Etam saat ini dalam kondisi prima. Libur selama tiga hari usai fase penyisihan grup kemarin, tak terlalu berpengaruh terhadap kebugaran pemainnya. "Kondisi mereka cukup bagus, semua normal. Hari ini kita cuma latihan conditioning saja dan ada sedikit game kecil untuk kembali meningkatkan fisik dan stamina mereka," terangnya.


"Dan untuk program latihan lima hari kedepan, kami akan meningkatkan fisik pemain dan melakukan satu laga ujicoba melawan klub internal di Solo, Mars FC. Saya berharap, jelang pertandingan pertama nanti para pemain sudah dalam kondisi terbaik. Apalagi sekarang di PBFC ada Jaino Matos sebagai pelatih fisik dan analisis performance pemain, ini jelas sangat membantu kami," pungkasnya. (AHS)