Pusamania Borneo FC dibuat kecewa oleh panpel babak delapan besar grup Sleman pasalnya seluruh pemain harus menunggu bus yang akan mengantar Tim menuju Yogyakarta hingga 2 jam di Hotel Lampion, Solo tempat PBFC menginap selama TC di Solo.


Sesuai jadwal seharusnya PBFC sudah check out dari Hotel jam 12 siang dan langsung menuju hotel tempat menginap selama di UNY Hotel Yogyakarta, tapi seluruh punggawa PBFC harus dibuat kecewa oleh panpel babak delapan besar grup Sleman yang terlambat hingga 2 jam untuk mengantar tim menuju Yogyakarta.tidak sampai disitu Bus yang disediakan Panpel Sleman pun terkesan seadanya karena kurang nyaman, terlebih pendingin udara yang sempat mati sebelum akhirnya bus berangkat.


Memasuki Yogyakarta hujan deras menyambut Tim PBFC, kembali bus yang ditumpangi mengalami kendala, kondisi bus yang kurang layak membuat air hujan tembus hingga ke dalam dan membuat basah beberapa tempat duduk yang diisi pemain-pemain PBFC. Kondisi ini juga menbuat pemain merasa tidak nyaman karena harus berdiri sepanjang jalur Klaten-Yogyakarta karena kursi tempat duduk mereka basah terkena air hujan. "Bus apa ini sudah datang telat, hujan atap bocor sampai air masuk kedalam." teriak salah satu pemain PBFC saat berada di dalam bus.


Pelatih kepala PBFC juga ikut berkomentar mengenai kondisi yang dialami timnya, Kas Hartadi merasa cukup terganggu dengan kejadian yang dialami timnya."kondisi seperti ini membuat pemain kurang nyaman." komentar Kas Hartadi.


Pelayanan panpel babak delapan besar grup Sleman yang kurang maksimal untuk PBFC dirasa cukup merugikaan dan membuat kecewa, PBFC berharap pihak Mahaka Sport sebagai operator turnamen segera mengevaluasi kinerja anak buahnya.
(RD3)