Gelandang Pusamania Borneo FC, Srdan Lopicic sangat menikmati Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta, saat tim Pesut Etam menjalani babak 8 besar Piala Jenderal Sudirman.


Pemain asal Montenegro itu mengaku, Yogyakarta sudah menjadi salah satu destinasi wisata yang diakui dunia. Bahkan, Srdan sudah tahu ada Provinsi Yogyakarta sebelum ia melanjutkan karier sepak bolnya di Indonesia. Candi Prambanan dan Borobudur jadi tempat yang membuat ia ingin datang ke Kota Gudeg, meski candi Borobudur masuk wilayah Magelang.


Selain soal wisata, Lopicic baru mengetahui di Yogyakarta ada banyak universitas. “Banyak mahasiswa ya, mereka naik sepeda motor. Saya lihat di jalan banyak anak muda naik sepeda motor, pasti itu anak sekolah,” katanya.


Melihat nikmatnya anak muda naik sepeda motor, Lopicic jadi membayangkan dirinya jadi mahasiswa. “Kalau saya orang Indonesia, saya pasti akan belajar di Yogyakarta,” katanya.


Selain itu, Lopicic juga senang karena Yogyakarta merupakan surga kuliner. Di setiap titik, pasti ada tempat makan atau kedai kopi yang enak. Selain itu, harganya juga sangat murah bila dibandingkan Samarinda.


Sebelum tinggal di DIY, skuat Borneo FC melakukan pemusatan latihan di Solo. Menurut Lopicic, TC di Solo membuat seluruh pemain lebih kompak dan mudah adaptasi dengan lingkungan sekitar. “Warga di Solo dan Yogya sangat ramah,” katanya.


Pusamania Borneo FC akan melanjutkan perjuangan di babak 8 besar Piala Jenderal Sudirman Grup E pada Sabtu (19/12/2015) melawan Persipura Jayapura di Stadion Maguwoharjo, Sleman. (BC)