Mendapatkan jatah libur, dimanfaatkan para penggawa Pusamania Borneo FC (PBFC), Rabu pagi (16/12) rombongan tim Pesut Etam berkunjung ke candi Borobudur yang merupakan candi atau kuil Buddha terbesar di dunia.


Setelah sebelumnnya sempat berkunjung ke candi Prambanan, kali ini skuat Pesut Etam dibuat takjub akan keindahan arsitektur bangunan candi Borobudur. Sekitar 55.000 meter kubik batu andesit diangkut dari tambang batu dan tempat penatahan untuk membangun monumen ini, menjadikannya mahakarya seni rupa yang memiliki keselarasan teknik arsitektur dan estetika seni rupa Buddha di Jawa.


Hal inilah yang membuat para pemain PBFC begitu takjub akan kemegahan candi Borobudur. "Luar biasa, kemegahan dan keindahan candi Borobudur memang menjadi daya tarik untuk berkunjung kesini." ungkap Jajang Mulyana.


Kebersamaan tim PBFC saat berkunjung ke candi Borobudur pun di anggap bisa membuat tim menjadi lebih kompak diluar maupun didalam lapangan.


"Kita satu tim, jadi harus kompak didalam maupun luar lapangan, kegiatan jalan-jalan bersama seperti ini juga salah satu cara untuk menjaga kekompakan tim." pungkas kapten tim PBFC, Hamka Hamzah. (RD3)