Membludaknya minat pendukung Pusamania Borneo FC (PBFC) menyaksikan laga semifinal Piala Jenderal Sudirman (PJS) melawan Semen Padang, Minggu (10/1) di Stadion Segiri, membuat panpel PBFC membuka pemesanan (pre order) tiket sejak jauh hari.


Namun, khusus untuk ini panpel PBFC tak sendiri. Mereka mempercayai distribusi pemesanan tiket kepada pihak ketiga, My Orange Production. "Panpel fokus dihari pertandingan, untuk itu khusus pemesanan tiket pre order kami tunjuk My Orange Production," terang Chief Marketing PBFC, Novi Umar.


Diterangkannya, dengan adanya pre order tiket semifinal ini pendukung PBFC bisa lebih mudah mendapatkan tiket tanpa takut kehabisan. Namun konsekuensinya, ada tambahan biaya administrasi dari harga resmi, baik itu tribun ekonomi dan tribun VIP dibebankan Rp5000 per tiket. "Itu biaya jasa dari pihak ketiga. Tapi jangan khawatir, semua dana yang dibeli melalui mereka (My Orange Production), itu semua masuk ke klub, karena mereka laporan setiap hari soal jumlah tiket yang terjual kepada kami," papar Novi.


"Sebenarnya langkah ini bagus, dan perihal nominal Rp5000 itu, saya jadi mengerti setelah dijelaskan. Ya tidak masalah, hitung-hitung daripada nunggu berjam-jam di loket dihari pertandingan dan belum tentu dapat dan ujung-ujungnya beli di calo juga, mending begini, lebih aman. Dan yang pasti bangga karena ikut membantu finansial klub," sahut Faisal Mukmin, salahsatu pendukung PBFC.


Seperti diketahui, tiga hari sejak dibukanya pre order tiket PBFC versus Semen Padang, dibeberapa grup forum netizen suporter PBFC topik pembahasan ramai menyorot biaya tambahan sebesar Rp5000 rupiah tersebut. Menanggapi hal ini, manajemen PBFC tak tinggal diam. "Kami langsung kroscek ke lapangan, dan kami minta langsung pihak ketiga yang menjadi distributor agar lebih aktif menjelaskan kepada pembeli perihal adanya fee jasa itu, Kabar ini juga sudah sampai ke Presiden PBFC (Nabil Husein), dan dia minta segera dibenahi," tutur Novi.


Disisi lain, Presiden PBFC, Nabil Husein Said Amin, menyambut baik gagasan yang dilakukan manajemen tim bersama panpel PBFC. Menurutnya, keluhan yang diterimanya selama ini perihal calo yang merajalela diharapkan bisa dicegah seiring inovasi pemesanan tiket ini.


"Ini bagus, dari pada beli tiket di calo harganya bisa naik dua sampai tiga kali lipat. Mending pesan di agen resmi penjualan tiket yang bekerjasama dengan tim. Laporannya jelas, keuntungan murni untuk membantu finansial tim. Kalau beli dicalokan itu masuknya ke pribadi, ini yang harus dicegah," katanya.


"Dan insyaallah jika PBFC sehat, saya janji klub ini akan kedatangan pemain-pemain bintang yang berkualitas, kalau bukan kalian (pendukung setia PBFC), siapa lagi yang bantu PBFC. Karena kalau hanya mengandalkan sumber dari kinerja manajemen tim dan usaha pribadi saya, mimpi menjadikan PBFC sebagai klub tersohor di nasional dan Asia itu mustahil," pungkas Nabil. (AHS)