Dari 18 kontestan Liga 1, Borneo FC bisa dikatakan berbeda dalam hal persiapan di awal Ramadan tahun ini. Ya, jika tim-tim meliburkan pemainnya di awal puasa, Pesut Etam justru mengawalinya dengan latihan. Kemarin sore di Stadion Segiri, para pemain menjalani latihan perdana setelah libur usai berlaga di Piala Menpora.

Dan dari sederet pemain di musim ini, sosok Javlon Guseynov patut mendapat perhatian. Ya, Javlon menjadi pemain asing yang masih bertahan di Borneo FC sejak musim lalu. Saat pemain lain diakhiri kontraknya, Javlon justru mendapat perpanjangan. Jadi Ramadan kali ini adalah kali kedua Javlon menjalaninya di Samarinda. Bedanya, musim lalu ia tak bisa latihan seperti saat ini karena kompetisi dihentikan akibat pandemi.

"Ya, ini jadi tahun kedua saya menjalani Ramadan di Samarinda, Alhamdulilah. Tahun kemarin harus terlewat karena tim diliburkan dan kompetisi dihentikan. Tapi tahun ini berbeda, karena tim sudah laatian. Perbedaan lainnya adalah, kali ini saya puasa di Samarinda didampingi istri,” ujar Javlon.

Sebagai penganut agama Islam yang taat, Javlon sudah pasti tak mempersoalkan program latihan di tengah puasa. Menurutnya, puasa adalah ibadah wajib yang harus dijalankan. Sementara bermain bola adalah pekerjaan yang juga harus dijalani.

“Makanya saya pikir tak ada masalah latihan di saat puasa. Memang butuh adaptasi, tetapi ini tak akan berlangsung lama. Lagi pula ini bukan kali pertama saya alami. Jadi semua dijalani dan dinikmati saja,” tambahnya.

Javlon pun berharap Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi Borneo FC, serta para suporter yang selama ini setia bersama tim.

"Semoga Ramadan ini membawa berkah bagi semua dan saya pribadi mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa untuk masyarakat Samarinda dan suporter Borneo FC," ujar Javlon. (SU )