Maksimalkan Waktu Untuk Hadapi AFC Challenge League
Borneo FC Samarinda mendapat kesempatan untuk mengalihkan fokus ke kompetisi Asia setelah tidak memiliki jadwal pertandingan pada pekan kelima Super League 2026/2027. Momentum tersebut akan dimanfaatkan Pesut Etam untuk mematangkan persiapan menghadapi babak penyisihan Grup D AFC Challenge League (ACGL) 2026/2027.
Seperti diketahui, Borneo FC dipercaya menjadi tuan rumah Grup D setelah ditunjuk secara resmi oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Seluruh pertandingan fase grup akan dipusatkan di Stadion Segiri, Samarinda, yang akan berlangsung pada 18-24 Oktober 2026.
Bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi keuntungan tersendiri bagi tim berjuluk Pesut Etam. Namun demikian, persiapan serius tetap menjadi keharusan mengingat tiga lawan yang akan dihadapi berasal dari negara dengan karakteristik permainan yang berbeda, yakni One Taguig FC dari Filipina, Tainan City FC dari Taiwan, dan Yangon United FC dari Myanmar.
Sebelumnya, Borneo FC telah melakoni pertandingan pekan kelima Super League melawan Dewa United Banten FC pada pertengahan September lalu. Pada pertandingan tersebut, skuad asuhan Mauro Jeronimo harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 1-3 di Stadion Segiri. Kini, perhatian tim beralih sepenuhnya ke persaingan internasional.
Pelatih Kepala Borneo FC, Mauro Jeronimo, menegaskan bahwa pemanfaatan waktu persiapan menjadi aspek krusial untuk menghadapi tiga pertandingan padat di fase grup. Menurut pelatih asal Portugal tersebut, fokus utama bukan terletak pada siapa lawan yang akan dihadapi, melainkan memastikan kondisi internal tim berada dalam level terbaik.
"Menurut saya kita harus memainkan tiga pertandingan pertama. Terlepas dari lawannya, kita harus mempersiapkan diri dengan baik. Kami bermain di Samarinda, jadi kami harus bermain di depan para penggemar kami, dan kami sangat termotivasi untuk memainkan pertandingan internasional ini," ujar Mauro.
Terkait kekuatan calon lawan, Mauro memilih untuk tidak memberikan penilaian dini. Ia mengaku masih memerlukan waktu untuk mempelajari secara mendalam karakter permainan masing-masing tim guna menentukan pendekatan taktis yang tepat. Meski demikian, ia mengingatkan agar tidak ada anggapan bahwa pertandingan akan berjalan mudah.
"Saya tidak ingin mengomentari lawan-lawannya karena saya tidak mengenal mereka. Saya harus mempelajarinya terlebih dahulu untuk memberikan pendapat. Namun, saya yakin dalam sepak bola tidak ada pertandingan yang mudah," tuturnya.
Selain persiapan teknis dan taktis, Mauro juga menekankan pentingnya peran suporter sebagai sumber energi tambahan. Ia berharap Stadion Segiri dapat menjadi venue yang memberikan tekanan bagi lawan sekaligus menjadi motivasi bagi para pemain Borneo FC untuk menampilkan performa maksimal.
Dengan persiapan yang matang dan keuntungan sebagai tuan rumah, Borneo FC bertekad memanfaatkan kesempatan ini untuk bersaing dan meraih hasil optimal di ajang AFC Challenge League 2026/2027