Imbang di Buriram, Mauro Jeronimo Bangga dengan Perjuangan Pemain

‎Borneo FC Samarinda berhasil meraih hasil imbang dari tuan rumah Buriram United, juara bertahan dua edisi ASEAN Club Championship Shopee Cup, pada laga yang berlangsung di Chang Arena, Buriram.
‎
‎Hasil tersebut menjadi capaian positif bagi Pesut Etam yang harus menempuh perjalanan panjang selama 32 jam dari Indonesia menuju Thailand. Satu poin yang dibawa pulang tidak hanya penting untuk posisi di klasemen grup, tetapi juga menjadi bukti kapasitas Borneo FC bersaing di level internasional melawan tim dengan kedalaman skuad superior.
‎
‎Pelatih Kepala Borneo FC, Mauro Jeronimo, memberikan apresiasi khusus terhadap performa penjaga gawangnya yang tampil tenang dan krusial dalam mengantisipasi ancaman bola-bola udara dari Buriram United.
‎
‎"Dia sangat tenang hari ini. Dia mengendalikan area tiang kedua dengan baik. Kami tahu bahwa Buriram biasanya adalah tim yang banyak menyerang tiang kedua, dari umpan silang, tendangan bebas, tendangan sudut. Dan dia bekerja dengan sangat baik. Dia tahu bola akan masuk ke area itu," ujar Mauro.
‎
‎Ia menjelaskan bahwa karakteristik postur tim yang tidak terlalu tinggi, kecuali di posisi dua bek tengah, membuat peran kiper menjadi vital dalam duel udara. Selain itu, aspek distribusi bola dari belakang juga berjalan sesuai instruksi untuk memancing pressing lawan.
‎
‎"Kami bukan tim yang sangat tinggi di samping dua bek tengah kami. Sisanya pemain semuanya di bawah 175 sentimeter. Jadi kami butuh kiper kami untuk momen-momen itu, dan dia bekerja sangat baik. Setelah menguasai bola, menurut saya dia melakukannya dengan baik. Dia tenang, kami selalu mencoba membangun dari belakang untuk menarik Buriram, untuk melihat apakah kami bisa keluar dan menciptakan bahaya, alih-alih hanya melepas bola panjang. Dan saya pikir mereka punya 14 tendangan bebas, itu volume yang besar, dan saya rasa dalam 14 tendangan bebas itu, Buriram tidak menciptakan situasi berbahaya. Jadi kami tidak benar-benar kehilangan bola yang mengarah ke gawang. Jadi ini hal yang positif, dan saya senang dengan penampilannya," jelasnya.
‎
‎Lebih lanjut, Mauro menegaskan bahwa timnya tidak datang untuk sekadar mencari hasil imbang. Persiapan yang dilakukan sepenuhnya berorientasi untuk meraih kemenangan, namun ia juga menaruh respek terhadap kualitas dan kedalaman skuad Buriram United yang mampu meningkatkan intensitas permainan melalui lima pergantian pemain.
‎
‎"Saya rasa para fans kami pasti sangat bangga dengan klub kami dan para pemain kami. Kami tahu betapa sulitnya pertandingan ini. Kami membawa satu poin untuk Indonesia melawan juara dua kali Shopee. Sekali lagi, saya ulangi, kami tidak menyiapkan pertandingan untuk seri. Kami menyiapkan untuk menang. Tapi levelnya tinggi, kami juga harus punya kerendahan hati untuk memahami bahwa Buriram membuat lima pengganti dan levelnya jadi lebih baik. Itulah kekuatannya. Jadi itu membuat kami semakin bangga dengan penampilan kami," katanya.
‎
‎Dengan jadwal padat yang telah menanti, Borneo FC dijadwalkan segera kembali ke Indonesia untuk melakoni pertandingan lanjutan hanya dalam tempo tiga hari. Faktor pemulihan menjadi perhatian utama tim pelatih setelah menempuh perjalanan jarak jauh.
‎
‎"Jadi kami berharap kami bisa pulih dengan baik. Sekarang kami akan kembali ke Indonesia karena kami punya pertandingan dalam 3 hari, dan kami akan bepergian jauh, yang juga merupakan hal yang harus kami pertimbangkan, bahwa dari Indonesia ke Buriram kami butuh 32 jam untuk sampai di sini. Jadi para pemain, sekali lagi, kami sangat bangga dengan para pemain kami, dan saya yakin para fans kami juga," pungkasnya.