Kalah Laga Tandang Perdana di Semarang
Perjalanan Borneo FC Samarinda pada musim Super League 2026/27 menunjukkan grafik yang kontras jika dibandingkan dengan capaian musim lalu. Jika pada musim sebelumnya Pesut Etam mencatatkan 11 kemenangan beruntun di kandang dan tampil konsisten di partai tandang, musim ini justru diwarnai dengan inkonsistensi hasil.
Hingga pekan kelima, Borneo FC telah menelan tiga kekalahan dari lima pertandingan yang dijalani. Dua kekalahan diantaranya terjadi di kandang sendiri, Stadion Segiri, saat menghadapi Persija Jakarta dengan skor 0-1 dan Dewa United dengan skor 1-3. Sementara dua kemenangan diraih justru saat melakoni laga tandang, yakni menang 1-0 atas Persijap Jepara dan menundukkan Bali United dengan skor serupa di Stadion Segiri.
Tren negatif tersebut berlanjut pada pertandingan yang berlangsung kemarin sore, Minggu 11 Oktober 2026, di Stadion Jatidiri Semarang. Borneo FC harus mengakui keunggulan tuan rumah Java United dengan skor 2-1, yang menjadi kekalahan tandang pertama mereka musim ini.
Borneo FC tertinggal lebih dulu di awal babak kedua melalui gol mantan pemainnya musim lalu, Kaio Nunez. Pesut Etam sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sontekan Marcos Astina yang memanfaatkan umpan silang Arthur Maura. Namun, gol tendangan bebas Lukas Brambila sepuluh menit menjelang berakhirnya pertandingan menjadi pembeda hasil akhir.Usai pertandingan, Pelatih Kepala Borneo FC, Mauro Jeronimo, menilai bahwa secara performa timnya telah menunjukkan permainan yang baik, namun belum mampu dikonversi menjadi hasil positif. Keterbatasan waktu persiapan setelah laga internasional di Thailand menjadi salah satu faktor yang disoroti.
"Kita bisa lihat sendiri kami sudah bermain bagus. Salah satu masalah kami adalah, kami tak punya banyak waktu latihan setelah pertandingan lawan Buriram. Kami hanya punya satu kesempatan training," ujar Mauro Jeronimo.
Juru taktik asal Portugal tersebut juga menyoroti aspek efektivitas penyelesaian akhir, di mana sejumlah peluang yang didapatkan Moussa Diarra dan pemain lainnya belum mampu dimaksimalkan secara optimal.
"Ya, inilah sepak bola. Kami punya peluang bagus mencetak lebih dari satu gol tapi kami tak bisa memaksimalkan hal itu," sambungnya.Senada dengan pelatih, pencetak gol Borneo FC pada laga tersebut, Marcos Astina, mengamini bahwa timnya telah tampil maksimal namun harus menerima kenyataan bahwa efektivitas lawan menjadi penentu hasil akhir.
"Ya, seperti apa kata pelatih. Hasil akhir Java United memenangkan pertandingan. Mereka mencetak dua gol, kami hanya satu dan kami harus menerima itu," tegas Astina.
Hasil ini membuat posisi Borneo FC harus terlempar dari jajaran 10 besar klasemen sementara Super League 2026/27. Saat ini Pesut Etam berada di peringkat ke-11 dengan koleksi 6 poin dari lima pertandingan.Fokus selanjutnya, Borneo FC akan mengalihkan perhatian ke ajang AFC Challenge League Grup D. Berstatus sebagai tuan rumah, Pesut Etam akan menjamu Yangon United pada laga pembuka yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober pukul 20.00 Wita di Stadion Segiri Samarinda.