Tiga Kemenangan Beruntun Jadi Modal Kepercayaan Diri
Dua kemenangan beruntun di kancah Asia, disusul torehan poin penuh di kompetisi domestik sukses menghadirkan efek domino bagi ruang ganti Borneo FC Samarinda. Skuad asuhan Mauro Jeronimo itu sukses menjaga momentum positif usai melewati tiga pertandingan beruntun tanpa kekalahan.
Keberhasilan menyapu bersih dua kemenangan di kompetisi antarklub Asia, AFC Challenge League (ACGL), menjadi fondasi kuat yang mendongkrak aspek psikologis tim, terutama jelang laga tandang melawan PSIM Yogyakarta, Minggu (1/11). Dampak instan dari suntikan kepercayaan diri tersebut langsung terasa saat Pesut Etam kembali bertarung di kompetisi domestik, di mana mereka sukses mencuri poin penuh dari markas PSS Sleman dengan skor 2-1.
Rentetan hasil positif dari tiga pertandingan lintas kompetisi ini membawa pengaruh yang sangat masif bagi keharmonisan dan atmosfer di dalam ruang ganti. Kepercayaan diri para penggawa Borneo FC kini berada di titik tertinggi, seiring dengan performa kolektif tim yang kian solid dan matang. Modal krusial berupa ketangguhan mental dan konsistensi permainan ini menjadi bekal berharga bagi Pesut Etam untuk menatap jadwal padat di sisa musim.
Bagi talenta muda Borneo FC, Asgal Habib, atmosfer positif ini menjadi ruang akselerasi yang luar biasa untuk perkembangan kariernya. Rangkaian pertandingan berat di level kontinental hingga liga domestik dinilainya bukan sekadar hitungan angka di papan skor, melainkan sebuah proses tempaan mental yang sangat berharga.
Turun sebagai starter dalam pertandingan ketat, winger berusia 22 tahun ini melihat lonjakan kepercayaan diri di dalam skuad sebagai dorongan besar yang harus terus dijaga demi mempertahankan konsistensi performa tim ke depan.
"Kepercayaan diri pemain sangat baik, dan itu sangat bagus. Kondisi tim saat ini sangat bagus. Dari hasil tiga pertandingan, dua di Asia dan satu di Super League, tentu itu sangat positif untuk kita ke depannya," ujar Asgal Habib.
Menghadapi tuntutan kompetisi yang berbeda memicu kedewasaan bermain yang signifikan bagi skuad Pesut Etam. Jika persaingan ketat di pentas Asia menuntut ketahanan taktik dan fokus tinggi, maka atmosfer kompetisi domestik memaksa tim untuk selalu menjaga konsistensi permainan di setiap pekannya. Berada di lingkungan tim yang sedang melaju kencang memberikan ruang bagi Asgal untuk terus mengasah kemampuannya di bawah tekanan atmosfer pertandingan yang tinggi.
Pemain jebolan akademi Borneo FC ini menyadari bahwa proses pematangan diri sebagai pesepak bola profesional tidak akan pernah cukup jika hanya mengandalkan porsi latihan. Jam terbang di atas lapangan dan tekanan suporter di dalam stadion merupakan instrumen utama dalam membentuk karakter bertanding seorang pemain muda.
"Untuk saya sendiri, itu bagus untuk mengasah mental saya juga, untuk terus bisa improve," tegasnya.
Lebih lanjut, Asgal menyoroti faktor krusial di balik motivasi berlipat para pemain, yakni dukungan tanpa henti dari para suporter. Baik saat berlaga di hadapan publik sendiri maupun ketika melakoni laga tandang yang penuh tekanan, kehadiran energi dari tribun penonton selalu berhasil menjadi bahan bakar tambahan bagi para pemain.
"Di mana pun kita bermain, di luar maupun di kandang, itu juga menambah semangat kita, kekuatan kita. Pastinya kita juga ingin selalu memberikan yang terbaik di pertandingan dan juga untuk Borneo Fans ataupun seluruh warga Samarinda," tutupnya.