Tiga Poin di Laga Kandang Ketiga!
Borneo FC Samarinda akhirnya berhasil memutus rentetan hasil minor di kandang setelah menundukkan Bali United dengan skor tipis 1-0 di Stadion Segiri Samarinda, 20 September 2026. Gol tunggal kemenangan Pesut Etam dicetak kapten tim Juan Villa melalui titik putih.
Pelatih kepala Mauro Jeronimo menilai kemenangan ini sangat penting, tidak hanya untuk perolehan poin, tetapi juga untuk mengembalikan kepercayaan diri tim setelah dua kekalahan beruntun di kandang.
“Di babak pertama, saya benar-benar berpikir kami memulai permainan dengan sangat baik. 15 menit pertama, 20 menit, kami pikir kami bermain bagus. Kami stabil dalam pertahanan. Jelas, kami tahu Bali memiliki tim yang sangat bagus dalam menyerang,” ujar Mauro Jeronimo dalam konferensi pers usai laga.
Mauro mengakui Bali United merupakan tim dengan kualitas menyerang yang baik dan kekompakan yang telah terbangun selama satu tahun bersama pelatih yang sama. Namun, secara permainan, Borneo FC dinilai lebih mampu mengendalikan pertandingan, khususnya di babak pertama.
“Saya pikir kami melakukan banyak hal yang berkualitas dan teknis. Mereka telah bekerja sama selama 1 tahun dengan pelatih yang sama, jadi kami memahami bahwa mereka berada di tahap awal dibandingkan dengan kami. Tapi saya pikir kami sangat stabil dengan semua bola, dan saya pikir kami memiliki peluang terbaik. Saya pikir mereka hampir tidak memiliki kesempatan dalam babak pertama, jika saya tidak salah. Dan kami menciptakan 2-3-4 situasi untuk membuat penyelesaian di dalam kotak. Jadi kami bermain sangat baik,” jelasnya.
Jalannya pertandingan sempat terganggu setelah insiden dua kartu merah. Mauro menilai momen tersebut menjadi catatan penting bagi timnya untuk lebih cerdas dalam mengontrol emosi dan tidak mudah terpancing provokasi lawan.
“Dan setelah insiden dua kartu merah itu, permainan sedikit terganggu. Saya pikir mungkin kita punya sesuatu yang harus kita renungkan. Kita tidak perlu bereaksi terhadap situasi tersebut. Kita perlu menjadi sedikit lebih cerdas,” tegasnya.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan meningkat. Keinginan kuat untuk meraih tiga poin di kandang membuat para pemain terlihat cemas. Mauro berharap timnya bisa lebih tenang dalam penguasaan bola di laga-laga selanjutnya.
“Kemudian di babak kedua, permainannya gila. Para pemain merasa cemas karena mereka sangat menginginkan 3 poin di kandang, terutama setelah pertandingan sebelumnya. Bahwa sistem saraf terkadang memengaruhi tubuh Anda. Saya pikir kita harus memiliki kualitas bola yang jauh lebih baik. Kita harus menjaga penguasaan bola. Lalu kita mendapatkan satu momen, dan kemudian di Bali, kita harus lebih tenang, lebih terkendali. Dan saya pikir ini adalah sesuatu yang harus kita upayakan, eh, agar bisa tampil lebih baik di pertandingan berikutnya,” ungkap Mauro.
Meski masih banyak aspek yang perlu diperbaiki, Mauro mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang mampu menjaga stabilitas pertahanan hingga peluit akhir dan mengamankan kemenangan krusial di kandang.
“Namun sekali lagi, kami tahu betapa pentingnya mendapatkan 3 poin ini. Kita bisa melakukannya. Sekarang kita memberi diri kita sedikit lebih banyak waktu untuk bekerja menuju apa yang harus kita perbaiki,” tutup pelatih asal Portugal tersebut.