Asgal Habib Bidik Tempat di Skuad Utama Borneo FC
Borneo FC Samarinda kembali melahirkan talenta muda binaan sendiri. Di setiap musim, Pesut Etam konsisten memberi ruang bagi pemain akademi untuk naik ke tim utama. Beberapa di antaranya bahkan mampu bersinar hingga menembus skuad nasional. Pada musim 2026/2027, satu nama kembali disiapkan untuk mengorbit bersama pasukan Mauro Jeronimo. Ia adalah Asgal Habib, gelandang berusia 22 tahun produk akademi Borneo FC.
Lahir di Muara Badak, Kutai Kartanegara, pada 8 Juli 2004, Asgal menjadi salah satu putra daerah yang bertekad habis-habisan membela klub kampung halamannya. Musim lalu ia sempat mengasah kemampuan bersama Persiraja Banda Aceh melalui status pinjaman, sebelum akhirnya ditarik kembali ke Borneo FC.
Pengalaman bermain di Liga 2 itu diakui Asgal menjadi modal penting bagi peningkatan kepercayaan dirinya. “Sekarang saya merasa lebih percaya diri setelah mendapatkan menit bermain di Persiraja Banda Aceh. Saya merasa lebih baik dan akan memberikan yang terbaik pada tim di musim ini,” ujar Asgal.
Sebagai pemain muda, Asgal sadar persaingan di lini tengah Borneo FC sangat ketat. Ia harus bersaing dengan deretan pemain senior, baik lokal maupun asing. Namun baginya, hal tersebut merupakan bagian wajar dalam sepak bola profesional.“Yang harus dilakukan sekarang adalah kerja keras. Saya melihat para pemain di posisi saya bermain saat ini sangat berkualitas. Tapi saya siap bersaing, karena persaingan di dalam tim itu adalah hal yang sangat wajar,” terang pemain yang mencetak dua gol selama berseragam Persiraja tersebut.
Asgal menegaskan target utamanya di musim ini adalah memberi kontribusi nyata bagi tim. Ia berharap Borneo FC dapat tampil lebih baik dibanding musim sebelumnya.
“Harapan saya sudah jelas, yaitu memberikan banyak kontribusi pada tim. Semoga musim baru kami bisa lebih baik dibandingkan musim lalu,” tegas Asgal mengakhiri.
Dengan kembalinya Asgal Habib, Borneo FC kembali menunjukkan komitmennya dalam regenerasi pemain. Kehadiran putra Muara Badak ini diharapkan dapat menambah kedalaman skuad sekaligus menjadi inspirasi bagi pemain muda Kaltim lainnya untuk terus berjuang menembus tim utama Pesut Etam.