Tekankan Membangun Chemistry di Pre Season

Pelatih anyar Borneo FC Samarinda, Mauro Jeronimo, menempatkan pemulihan kondisi fisik sebagai prioritas utama dalam masa persiapan pramusim. Pelatih asal Portugal tersebut juga menekankan pentingnya mengembalikan sentuhan permainan para pemain ke performa optimal pasca libur kompetisi.

Menurut Mauro, beban kerja yang dihadapinya tidaklah ringan. Mayoritas komposisi skuad Pesut Etam saat ini diisi oleh wajah-wajah baru, sehingga proses konsolidasi tim harus dilakukan dalam rentang waktu yang relatif singkat sebelum kompetisi resmi bergulir.

“Faktor utama saat ini adalah mengembalikan kebugaran fisik dan ritme bermain pemain. Kami memiliki jeda kompetisi yang cukup panjang, sehingga aspek fisik dan teknis harus dibangun kembali secara bertahap,” jelas Mauro usai memimpin sesi latihan.

Lebih lanjut, ia mengakui bahwa proses pembangunan tim menjadi tantangan tersendiri akibat perombakan besar-besaran pada skuad.

“Saya mencoba memberikan yang terbaik untuk tim ini. Saya harus berpikir keras karena tim ini mengalami perombakan besar-besaran. Saya setidaknya memiliki 25 pemain baru,” ujarnya.

Hingga saat ini, komposisi skuad Borneo FC belum sepenuhnya lengkap. Sejumlah pemain kunci belum bergabung dalam latihan, salah satunya Caxambu yang belum terlihat dalam beberapa sesi terakhir. Kondisi ini menjadi catatan tersendiri bagi tim pelatih dalam merancang program persiapan.

Mauro berharap seluruh elemen tim dapat segera berkumpul secara utuh. Dengan skuad yang komplet, ia meyakini proses evaluasi kekuatan tim dan penyusunan strategi dapat berjalan lebih efektif.

“Sebagai pelatih, saya ingin sesegera mungkin tim ini komplet agar bisa melihat secara keseluruhan kekuatan tim ini. Saya ingin memastikan saat kompetisi kick off, tim ini sudah siap,” tegas Mauro.

Manajemen Borneo FC menargetkan tim dapat mencapai kekompakan maksimal sebelum laga perdana. Dengan waktu persiapan yang terbatas, akselerasi adaptasi pemain baru menjadi kunci bagi Pesut Etam untuk bersaing di musim baru.