Borneo FC Bukan Soal Individu Tapi Kolektifitas Tim

Borneo FC musim ini benar-benar mengguncang Kompetisi Super League. Mengawali musim dengan catatan 11 kemenangan beruntun, Pesut Etam bahkan masih berpeluang menjadi juara di akhir musim ini.

Beberapa pemain bahkan masuk nominasi pemain terbaik dari nominasi yang ditetapkan I-League sebagai operator kompetisi. Bahkan sang pelatih, Fabio Lefundes juga masuk jajaran nominasi pelatih terbaik bersaing dengan Bojan Hodak dari Persib dan Paul Munster dari Bhayangkara Presisi FC Lampung.

Kepada media kemarin, Lefundes mengaku senang dirinya masuk dalam nominasi pelatih terbaik di musim ini. Disebutnya hal itu bisa didapatkannya berkat kerja keras seluruh elemen dalam tim.

“Terus terang saya bahagia karena masuk menjadi nominasi menjadi bukti kerja bagus kita semua dalam tim ini,” ujar Lefundes.

Meski demikian, pelatih berpaspor Brasil tersebut menolak apa yang didapat Borneo FC saat ini adalah hasil kerjanya seorang diri. Ia menyebut semua pemain, pelatih dan elemen lain yang terlibat dalam tim adalah sosok-sosok penting atas keberhasilan tim sepanjang musim.

“Semua dalam tim ini terlibat dan bekerja keras. Semua terhubung, baik asisten pelatih yang saya bawa maupun asisten pelatih lama yang masih bertahan. Ini adalah hasil kolektif, bukan kerja saya sendiri,” tegasnya.

Latihan keras dan menjalankan tiap pertandingan yang keras, disebut Lefundes sebagai bukti keberhasilan tim, bukan individu semata.

“Apa yang kami jalankan adalah bukti konsistensi kami selama ini,” katanya lagi.

Mantan pelatih Persita Tangerang itu juga tak sependapat dengan komentar banyak pihak, yang mengatakan keberhasilan Borneo FC saat ini berkat peran Mariano Peralta semata. Ia mengatakan peran Juan Villa, Caxambu, Christope dan pemain lain sangat memengaruhi performa Peralta.

“Tapi jujur Mariano Peralta adalah pemain asing terbaik di kompetisi musim ini dan itu tak terbantahkan. Tapi dia tak bisa bekerja sendiri tanpa rekan-rekannya,” kata Lefundes mengakhiri.