Nadeo Argawinata: Gelar Kiper Terbaik Terasa Hampa Tanpa Trofi Juara

Pesta gol tujuh gol ke gawang Malut United di Stadion Segiri, Sabtu (23/5/2026), tak mampu membendung rasa sesak yang menyelimuti hati penjaga gawang utama Borneo FC, Nadeo Argawinata.

Meski dinobatkan sebagai Kiper Terbaik BRI Super League musim ini dan mendapat sarung tangan emas, raut wajah Nadeo tak bisa berbohong. Di balik gemerlap penghargaan individu tersebut, tersimpan luka mendalam karena gagal membawa trofi juara ke Bumi Etam akibat aturan head-to-head.

Nadeo sempat tertunduk lesu di bawah mistar gawang sesaat setelah wasit meniup peluit panjang, hingga saat konferensi pers bersama awak media. Meski timnya menang telak 7-1, kenyataan bahwa Persib Bandung yang mengangkat piala menjadi pil pahit yang harus ditelannya bulat-bulat.

Berbicara di hadapan awak media, Nadeo mencoba tegar. Ia mengamini pernyataan sang pelatih, Fabio Lefundes, bahwa secara teknis dan performa, Pesut Etam adalah kesebelasan paling tangguh musim ini.

"Semua sudah dipaparkan pelatih mulai dari rekor kemenangan, jumlah gol, sampai banyaknya pemain kita yang masuk Best Eleven. Saya rasa, seluruh pencinta sepak bola di Indonesia melihat sendiri bagaimana kami bermain sangat superior musim ini. Kami sangat layak juara," ujar Nadeo.

Bagi Nadeo, predikat kiper terbaik yang ia sandang terasa kurang lengkap tanpa mahkota juara di kepala timnya. Ia merasa skuad Borneo FC telah memberikan segalanya di atas lapangan hijau. Kiper andalan Timnas Indonesia ini tak menampik bahwa aturan pertemuan melawan Persib Bandung adalah satu-satunya dinding yang meruntuhkan mimpi besar publik Samarinda malam ini.

"Hanya karena regulasi pertemuan, kita tidak bisa mengangkat piala malam ini. Padahal poin kita sama. Kami harus menerimanya, meski ini sangat menyakitkan bagi kami semua di ruang ganti," ujarnya.

Namun, sebagai kapten sekaligus sosok senior di tim Pesut Etam, Nadeo tak ingin rekan-rekannya larut dalam duka terlalu lama. Ia mencoba menyulutkan kembali api semangat agar lebih baik di musim depan, bahkan bisa meraih juara nantinya.

"Kami tidak boleh jatuh terlalu dalam, harus terima kenyataan ini dengan kepala tegak. Semoga tahun depan kami bisa bangkit lebih kuat, menghadirkan sejarah besar bagi masyarakat Samarinda," tandasnya optimis.