Mengakhiri Super League 2025/2026 dengan Gagah!
Atmosfer Stadion Segiri Samarinda bergejolak pada pekan pamungkas BRI Super League, Sabtu (23/5/2026) sore. Sayangnya, meski berhasil unggul telak atas Malut United dengan skor mencolok 7-1, kemenangan besar tersebut terasa hambar bagi publik Samarinda. Pesut Etam harus merelakan trofi juara jatuh ke pelukan Persib Bandung. Skenario dramatis terjadi karena di waktu yang bersamaan, Persib berhasil menahan imbang Persijap Jepara di GBLA, yang membuat koleksi poin kedua tim identik di angka 79 poin.
Nahas bagi Borneo FC, regulasi head-to-head menjadi penghalang utama mereka menaiki takhta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini, mengingat Maung Bandung unggul rekor pertemuan atas tim kebanggaan warga Samarinda tersebut. Usai laga, pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menunjukkan sikap kesatria meski raut kekecewaan tetap nampak. Pelatih asal Brasil ini menyoroti ironi antara performa statistik timnya dengan kenyataan gagal juara akibat regulasi.
"Sayang sekali, gelar juara hilang hanya karena aturan head-to-head. Padahal, jika kita bicara data statistik, performa kami di atas kertas jauh mengungguli siapapun," ungkapnya.
Meski gagal mengangkat piala, pelatih berusia 53 tahun itu tetap membusungkan dada atas pencapaian luar biasa Nadeo Argawinata dkk musim ini. Menurutnya, Pesut Etam telah menorehkan capaian yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah klub.
"Kami adalah tim dengan kemenangan terbanyak dan paling produktif dengan 74 gol. Kami memecahkan rekor 11 kemenangan beruntun dan menjadi tim paling kokoh di kandang dengan 15 kemenangan di Segiri. Kami memiliki kiper terbaik dan tiga pemain di Best XI. Musim ini kami gagal juara, tapi kami sudah menciptakan sejarah besar bagi klub ini," pungkasnya dengan nada bangga.