Borneo FC Remontada di Pare-pare

Situasi semakin menguntungkan, setelah PSM harus bermain dengan 10 orang menyusul kartu kuning kedua yang diterima Syahrul Lasinari pada menit ke-84. Situasi ini pun dimanfaatkan oleh Pesut Etam untuk terus menekan dan mendominasi permainan hingga akhir pertandingan.

Pelatih Borneo FC, Fabio Araujo Lefundes, mengakui sejak awal pertandingan telah diprediksi berjalan sulit, karena kualitas fisik dan duel udara yang dimiliki oleh para pemain PSM Makassar.

“Seperti yang sudah kami prediksi, pertandingan berjalan sangat sulit dan ketat karena mereka memiliki pemain dengan postur tinggi dan kuat dalam duel. Sehingga kami harus benar-benar siap menghadapi situasi tersebut di lapangan,” ujarnya pada Konfrensi Pers setelah pertandingan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pemain yang dinilai mampu menjalankan instruksi dengan baik serta menunjukkan konsistensi sepanjang musim kompetisi.

“Kami harus mengapresiasi semua pemain atas kerja keras mereka, dan kami bersyukur bisa memenangkan pertandingan ini, karena sepanjang 28 laga kami selalu berada di papan atas, baik di posisi pertama maupun kedua,” lanjutnya.

Sementara itu, kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata, menilai kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa timnya mampu menjalankan rencana permainan dengan lebih efektif dibandingkan lawan. “Hari ini kedua tim menunjukkan rencana masing-masing, tetapi pemain Borneo FC mampu menjalankan instruksi pelatih dengan lebih baik sehingga hasil pertandingan membuktikan kerja keras kami di lapangan,” ungkapnya.

Nadeo juga menegaskan identitas permainan tim kini semakin terbentuk seiring dengan konsistensi yang ditunjukkan dalam setiap pertandingan.

“Identitas tim sekarang sudah terlihat di Borneo FC, dan itu menjadi kekuatan kami untuk terus bersaing di papan atas,” tutupnya.