Poin Penting, Drama Menit Akhir di JIS!
Borneo FC meraih satu angka penting di laga krusial pekan ke-24 menghadapi Persija Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam. Tambahan satu poin itu cukup menjaga asa Pesut Etam untuk terus bersaing dalam perburuan gelar musim ini.
Sesuai perkiraan, tensi tinggi sebelum pertandingan juga terjadi di lapangan, saat kedua tim beradu. Bisa dikatakan, duel yang tersaji di Jakarta International Stadium (JIS) ini menjadi salah satu laga terbaik di Super League musim ini.
Secara permainan, Persija mampu tampil mendominasi di babak pertama. High pressing yang dilakukan Macan Kemayoran, menyulitkan Pesut Etam untuk berkembang. Namun apiknya lini belakang Borneo, serta gemilangnya penampilan Nadeo Argawinata, mampu memaksakan kedudukan tetap 0-0 sampai turun minum.
"Babak pertama, kami memiliki kesulitan dalam transisi," ujar pelatih Borneo FC Fabio Lefundes mengakui.
Namun, peta pertandingan berubah di babak kedua. Persija yang mampu unggul saat laga belum berjalan dua menit lewat Gustavo Almeida, membuat Borneo tampil lebih berani. Jual beli serangan dilancarkan yang dilancarkan kedua tim.
Sampai akhirnya, Juan Villa mampu melepaskan tendangan roket dari luar kotak penalti untuk menyamakan kedudukan di menit ke-62. Persija kembali unggul di menit 75, saat Fabio Calonego membalas "roket" Juan Villa dengan cara nyaris serupa. Tendangan kerasnya dari jarak 20 meter, tak mampu dibendung oleh Nadeo.
Saat Persija sudah mulai yakin menggenggam tiga poin, Ikhsanul Zikrak yang baru masuk di menit 85, membuat ribuan Jakmania terhenyak. Berawal dari pergerakan Caxambu di sisi kanan pertahanan Persija, pemain Brasil itu melepaskan umpan tarik yang coba diblok kiper Persija, Andritany. Tapi, bola mental itu justru jatuh di kaki Ikhsanul, yang tanpa ampun menyarangkan bola ke gawang Persija.
Meski sempat melalui pemeriksaan VAR, namun gol di menit 90+4 itu akhirnya disahkan wasit.
"Di ruang ganti saat jeda, saya bilang ke pemain, bahwa secara individu mereka perlu melakukan yang terbaik. Agar secara kolektif, kami bisa mencapai hasil yang dibutuhkan," ucap Lefundes.
Lebih jauh Lefundes juga merasa bersyukur, timnya memiliki pemain-pemain yang bisa bermain di lebih dari satu posisi. Hal itu cukup membantunya untuk mengubah strategi tanpa melakukan banyak pergantian, seperti yang ditunjukkannya di laga Derby Oranye tersebut.
"Fisik pemain juga sangat bagus. Tim memiliki peningkatan yang sangat besar di hari ini," kata Lefundes.
Dengan hasil imbang ini, tak ada perubahan berarti dalam struktur tiga teratas klasemen sementara. Pasalnya, Persib Bandung juga bermain imbang 2-2 saat bertamu ke Persebaya, tetap menjaga keunggulan 3 poin dari Persija di posisi kedua. Sementara Pesut Etam menguntit di tempat ketiga, berselisih satu angka saja dengan Persija.